Bangunan shelter tsunami enam lantai akan dibangun di Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Fasilitas ini disiapkan sebagai tempat evakuasi warga apabila tsunami menerjang kawasan pesisir selatan Jawa yang dikenal memiliki risiko gempa bumi dan tsunami tinggi.
Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis III Jawa Tengah, Fahrizal Patriaman, mengatakan proyek tersebut telah memasuki tahap pengukuran lapangan setelah kontrak pekerjaan ditandatangani.
“Sudah penandatanganan kontrak dan sudah dilakukan pengukuran di lapangan,” kata Fahrizal, Sabtu (3/10/2026).
Berjarak 400 Meter dari Garis Pantai
Lahan untuk pembangunan shelter telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Cilacap dengan luas 24.106 meter persegi. Adapun bangunan shelter akan menempati area seluas 11.742 meter persegi dan berada sekitar 400 meter dari garis pantai.
Proyek yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum itu dikerjakan PT Nindya Beton. Nilai pembangunannya mencapai Rp83,25 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan berlangsung mulai 25 September 2026 hingga 21 Juli 2027. Fahrizal menyebut pembangunan akan dikerjakan selama 300 hari kalender, kemudian dilanjutkan dengan masa pemeliharaan selama 360 hari.
“Untuk pelaksanaan pembangunan 300 hari kalender, dilanjutkan masa pemeliharaan selama 360 hari,” ujarnya.
Ruang Lingkup dan Pengawasan Proyek
Pekerjaan konstruksi meliputi pembangunan pondasi dan struktur, pekerjaan arsitektur, serta pemasangan sistem mekanikal, elektrikal, dan plambing. Proyek tersebut juga mencakup penataan kawasan dan penerapan sistem manajemen keselamatan konstruksi.
Pengawasan serta manajemen konstruksi dipercayakan kepada PT Widha dengan nilai kontrak Rp2,54 miliar. Keseluruhan pembangunan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2027.
Rencana pembangunan shelter ini mendapat sambutan dari Sekretaris Daerah Cilacap Annisa Fabriana. Menurut dia, mitigasi bencana di wilayah pesisir tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan dan kesiapan masyarakat. Sarana serta prasarana evakuasi juga dibutuhkan untuk mendukung penyelamatan ketika bencana terjadi.
“Setidaknya kehadiran shelter ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat di pesisir,” ujar Annisa.
Ia menambahkan, pembangunan shelter tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan warga dalam menghadapi ancaman bencana di kawasan pesisir Cilacap.
“Pembangunan shelter ini upaya untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana di wilayah pesisir,” kata Annisa.

















