Berita  

Potensi Bahaya Susulan Erupsi Gunung Semeru: Peringatan Badan Geologi

Badan Geologi Imbau Masyarakat Waspada terhadap Potensi Bahaya Erupsi Gunung Semeru

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya susulan erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur. Erupsi terjadi pada Selasa pagi dengan kolom abu mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak, yaitu mencapai sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.

Kolom Abu dan Aktivitas Erupsi

Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan arah ke sektor barat daya serta barat. Selain pengamatan visual, aktivitas erupsi juga tercatat pada seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 17 milimeter dan durasi sekitar satu menit 49 detik.

Gunung Semeru saat ini masih berstatus Level III atau Siaga, sehingga masyarakat diimbau untuk mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan Badan Geologi. Di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun. Di luar radius tersebut, disarankan agar masyarakat tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Potensi Bahaya Lainnya

Badan Geologi juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.

Dengan kondisi Gunung Semeru yang masih dalam status Siaga, penting bagi masyarakat untuk mematuhi rekomendasi dan imbauan dari Badan Geologi guna menjaga keselamatan dan mengurangi risiko akibat erupsi dan potensi bahaya yang mungkin terjadi.

Source link