Indonesia Tegas Soal Digitalisasi Perdagangan dan Ekonomi Hijau di Forum APEC
Indonesia menegaskan pentingnya digitalisasi perdagangan dan ekonomi hijau sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi kawasan dalam Forum Pertemuan Menteri Perdagangan APEC 2026.
Transformasi Digital dan Transisi Hijau
Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan bahwa di tengah pertumbuhan ekonomi global yang moderat, ekonomi APEC perlu memperkuat kerja sama untuk membangun kawasan yang tangguh, inklusif, dan berorientasi masa depan.
Roro Esti menyoroti pentingnya transformasi digital dan transisi hijau sebagai faktor pembentuk ulang pola perdagangan dan investasi global. Indonesia sendiri mencatat pertumbuhan ekonomi digital yang kuat dengan nilai GMV mendekati 100 miliar dolar AS pada 2025.
Prioritas Indonesia untuk Digitalisasi yang Inklusif
Indonesia fokus pada perluasan infrastruktur digital, penguatan keterampilan digital, dan dukungan untuk digitalisasi UMKM. Wamendag Roro menggarisbawahi bahwa pengembangan AI harus didasarkan pada prinsip kepercayaan, keamanan, dan inklusivitas.
Selain itu, transisi hijau juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang semakin strategis bagi kawasan. Indonesia terus mendorong agenda transformasi hijau yang mengintegrasikan pembangunan industri, perdagangan, dan keberlanjutan.
Indonesia meratifikasi Paris Agreement dan berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca pada 2030. Hal ini diwujudkan melalui penguatan hilirisasi mineral kritis dan pengembangan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik.
Melalui forum APEC MRT 2026, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama perdagangan kawasan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan melalui penguatan digitalisasi dan ekonomi hijau.
















