Rusia Desak IAEA Sebut Pelaku Serangan Terhadap PLTN Zaporizhzhia dan Energodar
Rusia mendesak secara terbuka Sekretariat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk menyebut pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia dan Kota Energodar. Permintaan ini disampaikan oleh Mikhail Ulyanov, Perwakilan Tetap Rusia di IAEA kepada RIA Novosti. Menurut Ulyanov, penting bagi Sekretariat IAEA untuk mengungkapkan secara publik pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Ulyanov juga menyoroti pernyataan Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, terkait ancaman keselamatan nuklir di sekitar PLTN Zaporizhzhia, yang dinilainya belum cukup untuk menjamin keamanan fasilitas tersebut. Menurutnya, pimpinan IAEA seharusnya menyebut langsung pihak yang bertanggung jawab atas serangan, terutama karena Ukraina telah mengakui dampak dari tindakannya.
Rusia Bantah Terlibat dalam Serangan
Dalam konteks ini, Ulyanov menegaskan bahwa pasukan Rusia tidak pernah menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir, baik di wilayah yang dikuasai Kiev maupun di tempat tinggal para pekerja dan keluarga mereka. Hal ini sebagai respons terhadap tuduhan yang menyebut Rusia terlibat dalam serangan terhadap PLTN tersebut.
Sementara itu, berbagai pihak terus mengimbau agar Rusia dan Ukraina dapat mencapai gencatan senjata di sekitar PLTN Zaporizhzhia demi menjaga keamanan fasilitas nuklir dan area sekitarnya. Kondisi ini menjadi perhatian serius baik bagi IAEA maupun komunitas internasional dalam menjaga keselamatan dan ketertiban dunia dalam konteks energi nuklir.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
















