Polda Kaji Human Error Kecelakaan KRL dan Argo Bromo Bekasi

Penyelidikan Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

Polda Metro Jaya tengah menyelidiki kecelakaan beruntun yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Penyidikan difokuskan pada dugaan faktor human error sebagai penyebab utama.

Proses Penyidikan dan Uraian Peristiwa

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyatakan bahwa penyidik sedang memeriksa kemungkinan kelalaian manusia dan gangguan sistem komunikasi perkeretaapian. Pemeriksaan dilakukan terhadap sopir taksi online yang diduga menjadi pemicu kejadian awal serta masinis dari kedua kereta yang terlibat.

Peristiwa dimulai ketika taksi online berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera, menghalangi KRL yang sedang melintas, hingga akhirnya KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL dari belakang. Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada kedua kereta.

Data sementara mencatat 106 korban, dengan 16 orang meninggal dan 90 lainnya luka-luka. Polda Metro Jaya menegaskan bahwa proses hukum akan berlangsung transparan dan profesional, termasuk kemungkinan penetapan tersangka jika ditemukan kelalaian yang menyebabkan kecelakaan.

Pendampingan dan Imbauan Kepolisian

Selain fokus pada aspek teknis dan human error, polisi juga mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian. Penanganan korban tetap menjadi prioritas, dengan pemberian pendampingan medis dan psikologis kepada selamat maupun keluarga korban meninggal.

Budi Hermanto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang dan patuh terhadap aturan demi mencegah kecelakaan serupa terjadi di masa mendatang.

Source link