Seorang operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim) mengalami kejadian yang mengkhawatirkan setelah dikejar dan menerima ancaman pembunuhan oleh oknum aparat berjenis kelamin pria. Lukman Hakim (19), salah satu operator SPBU, menjelaskan bahwa insiden terjadi saat dia sedang bertugas pada malam Minggu sekitar pukul 22.00 WIB. Ketika Lukman berusaha mempercepat proses pengisian BBM sesuai prosedur Pertamina, situasi memanas ketika kode batang yang ditunjukkan oleh pelanggan tidak sesuai dengan jenis kendaraan yang sebenarnya digunakan.
Pelaku, yang tidak puas dengan peneguran Lukman, mulai marah-marah di area pengisian dan bahkan menantang para petugas. Keributan semakin membesar ketika pelaku melampiaskan amarahnya dengan mendorong dan menampar staf-staf SPBU, termasuk Lukman dan rekan-rekannya. Di tengah keributan, Lukman berusaha menyelamatkan diri dengan berlari dan berakhir dengan mencari perlindungan di kantor polisi terdekat setelah menerima ancaman pembunuhan dari pelaku.
Usai kejadian, Polsek Pulogadung turun tangan untuk mencari pelaku melalui rekaman kamera pengawas di area SPBU. Meskipun pelaku sudah tidak berada di lokasi saat petugas tiba, barang bukti telah diamankan untuk proses lebih lanjut. Para korban berharap kasus ini dapat diproses dengan transparan dan profesional, serta memberikan rasa aman bagi pekerja SPBU lainnya. Pemilik SPBU telah melaporkan kejadian ke polisi dan mendukung proses penyelidikan lebih lanjut agar keamanan karyawan tetap terjaga.
Kasus penganiayaan terhadap pegawai SPBU ini telah menarik perhatian Propam Polda Metro Jaya, yang turut datang ke lokasi kejadian. Dugaan pelaku adalah oknum aparat yang menyebabkan tiga korban mengalami tindakan kekerasan fisik dalam insiden tersebut. Semoga kasus ini dapat diselesaikan secara adil dan memberikan keamanan bagi pekerja SPBU dan masyarakat umum.


















