Berita  

Pertamina dan Shell Teken Kesepakatan Pembelian 100 Ribu Barel BBM

Shell Indonesia telah mencapai kesepakatan dengan Pertamina Patra Niaga untuk membeli 100 ribu barel bahan bakar minyak (BBM) guna mengatasi kekurangan stok di jaringan SPBU swasta. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengungkapkan bahwa Shell telah membeli satu kargo base fuel dari Pertamina Patra Niaga. Setelah kesepakatan ini dicapai, Shell dijadwalkan akan menerima kargo tersebut dan mendistribusikannya ke SPBU di Indonesia. Alokasi tambahan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan stok hingga akhir tahun 2025, sambil menunggu alokasi kuota impor berikutnya. Langkah ini diambil setelah arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar Pertamina membantu badan usaha swasta yang kehabisan kuota impor BBM.

Negosiasi antara Shell dan Pertamina telah mencapai tahap akhir, menurut keterangan dari Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman. Shell telah mengajukan volume pembelian ke Pertamina, tetapi detailnya belum diungkapkan. Sejumlah perusahaan pengelola SPBU swasta lainnya seperti AKR, BP, dan Vivo juga telah menjalin kesepakatan dengan Pertamina untuk pasokan BBM. BP-AKR dan Vivo sudah menerima pasokan sebesar 100 ribu barel minyak masing-masing, sedangkan ExxonMobil masih memiliki stok sendiri sehingga belum mengajukan pembelian.

Kesepakatan antara Shell dan Pertamina ini merupakan upaya untuk mengatasi kelangkaan stok BBM di beberapa SPBU swasta, yang terjadi sejak Agustus hingga Oktober 2025 akibat habisnya kuota impor sejumlah badan usaha. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan pasokan BBM di SPBU swasta dapat terjaga dan kebutuhan masyarakat akan bahan bakar minyak dapat terpenuhi. Inisiatif ini juga dapat membantu memperkuat kerja sama antara perusahaan-perusahaan energi di Indonesia untuk menjaga ketahanan energi negara.

Source link