Berita  

Kisah Kemanusiaan: Humaniora Gempa NTT dan Rais Aam PBNU

Berita Humaniora Terbaru Pagi Ini

Jakarta (ANTARA) – Berita-berita humaniora pada Minggu pagi ini mencakup sejumlah topik menarik yang layak disimak oleh pembaca. Mulai dari penurunan jumlah pengungsi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga penetapan Rais Aam PBNU pada Muktamar NU di Jombang. Mari simak rangkuman beritanya di bawah ini.

1. Pengurangan Jumlah Pengungsi Gempa di NTT

Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah pengungsi gempa di NTT berkurang sebanyak 4.142 orang. Hal ini berarti per 30 Agustus 2026, total pengungsi gempa NTT menjadi 188.161 orang. Penurunan jumlah pengungsi ini merupakan perkembangan positif dalam penanggulangan bencana di wilayah tersebut.

2. Penyaluran Bantuan untuk Korban Gempa di NTT

BNPB juga melaporkan bahwa sebanyak 1.954 ton bantuan telah tersalurkan untuk korban gempa di NTT. Hampir seluruh bantuan yang diterima telah didistribusikan kepada yang membutuhkan. Bantuan ini merupakan upaya nyata dalam membantu pemulihan korban bencana dan memperkuat ketahanan masyarakat di daerah terdampak.

3. Beasiswa Santri Baznas untuk Santri Dhuafa Berprestasi

Baznas RI membuka program Beasiswa Santri Baznas 2026 bagi 2.500 santri dhuafa berprestasi di seluruh Indonesia. Program beasiswa ini bertujuan untuk mendukung santri kelas 12 MA/sederajat dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Langkah Baznas ini memberikan kesempatan kepada santri berprestasi untuk mengembangkan potensinya lebih lanjut.

4. Kepala BGN Minta Laporkan Penggelapan Dana Operasional

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan para mitra untuk melaporkan oknum yang meminta imbalan uang terkait operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini penting untuk mencegah praktik penggelapan dana yang merugikan pihak-pihak terkait. Sudaryono menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak memiliki restu dari pihak terkait.

5. Kiai Miftahul Akhyar Ditunjuk Sebagai Rais Am PBNU 2026-2031

Kiai Haji Miftahul Akhyar resmi ditetapkan sebagai Rais Am PBNU periode 2026-2031 oleh AHWA Muktamar Ke-35 NU. Keputusan ini diambil setelah melalui musyawarah mufakat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Penetapan ini merupakan langkah untuk memimpin PBNU menuju periode kepengurusan yang baru.

Source link