Keberkahan Musim Angin Timur: Nelayan Cilacap Panen Ubur-ubur

Musim Ubur-Ubur, Berkah Bagi Nelayan Cilacap

Para nelayan di Cilacap, Jawa Tengah, kini mendapatkan berkah tersendiri dari munculnya ubur-ubur di musim angin timur saat ini. Dalam sehari, para nelayan pesisir berhasil memanen puluhan ton ubur-ubur, yang kemudian dijual dengan harga Rp 800 hingga Rp 1.000 per kilogramnya.

Kondisi Pasokan dan Hasil Tangkapan

Salah seorang pengepul, Marni, menyatakan bahwa ia menerima hingga 25 ton ubur-ubur dari nelayan setiap harinya. Pasokan ubur-ubur terbilang melimpah saat ini. Sebelum dibawa ke bak penampungan, ubur-ubur tersebut ditimbang menggunakan keranjang plastik setelah diangkut nelayan menggunakan ember besar dari perahu mereka. Menurut Marni, pasokan mencapai 25 ton per hari dari nelayan.

Nelayan asal Cilacap, Kirman, menjelaskan bahwa kemunculan ubur-ubur biasanya terjadi saat cuaca cerah dan musim kemarau berlangsung cukup panjang. Diperkirakan sekitar 1 ton ubur-ubur berhasil dikumpulkan dalam satu kali melaut menggunakan perahu kecil. Walaupun hasil tangkapan ubur-ubur cukup banyak, kondisi laut tetap mempengaruhi jumlahnya. “Tergantung kondisi rezeki dan laut,” ujar Kirman.

Keuntungan Bagi Nelayan

Meskipun harga jual ubur-ubur tergolong murah, namun keuntungan yang didapat oleh nelayan cukup besar mengingat besarnya hasil tangkapan. Keberadaan ubur-ubur ini diharapkan dapat menjadi ladang rezeki baru bagi nelayan di Cilacap, terutama di wilayah pesisir, meskipun hanya bersifat musiman.

Source link