Musdalub VII Partai Demokrat Jatim: Emil Dardak Calon Tunggal Ketua DPD 2026-2031
Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) VII DPD Partai Demokrat Jawa Timur menjadi sorotan utama karena menentukan kepemimpinan serta konsolidasi organisasi untuk periode 2026–2031. Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan seluruh jajaran dan pengurus DPP, DPD, dan BPOKK Partai Demokrat.
Konsolidasi dan Kepemimpinan Baru
Dalam Musdalub tersebut, Emil Elestianto Dardak muncul sebagai satu-satunya kandidat yang diusung oleh pemilik suara. Sebanyak 40 pemegang hak suara yang terdiri dari DPC Partai Demokrat kabupaten/kota se-Jawa Timur, organisasi sayap partai, dan DPD Demokrat Jatim turut hadir dalam forum itu.
Menurut Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron, Musdalub bukan hanya tentang pergantian ketua, namun juga tentang merapatkan barisan dan mengembalikan kekuatan politik Demokrat di Jawa Timur. Penguatan organisasi di tingkat DPD dan DPC kabupaten/kota serta persiapan menghadapi agenda politik mendatang menjadi fokus utama.
Calon Tunggal dan Dukungan Penuh
Emil Dardak diusung sebagai calon tunggal dalam Musdalub tersebut. Hal itu menandakan dukungan kuat dari para pemilik suara terhadap kepemimpinan barunya. DPP Demokrat pun memberikan kebebasan penuh bagi proses pemilihan di tingkat daerah tanpa campur tangan langsung.
Menurut Emil Dardak, Musdalub VII harus dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi internal dan menegaskan komitmen kader kepada masyarakat. Semua rangkaian acara harus berjalan sesuai peraturan organisasi dan memberikan manfaat yang optimal bagi Partai Demokrat di Jawa Timur.
Mengenai Pilgub Jawa Timur 2031, Herman menekankan bahwa pembahasan tersebut masih terlalu awal. Fokus utama saat ini adalah memastikan pemerintahan berjalan baik dan masyarakat merasakan manfaat dari pembangunan yang dilakukan.
Forum Musdalub VII bukan sekadar agenda formalitas, tetapi menjadi ujian awal bagi Emil Dardak dan Demokrat Jatim untuk mengubah dukungan politik menjadi kekuatan partai yang solid dan efektif di Jawa Timur. Dengan itu, diharapkan Demokrat dapat bangkit kembali dan memperkuat posisinya di kancah politik lokal.


















