Teater Sendratasik Unesa Beri Sorotan pada Isu Reklamasi Kenjeran
Teater selalu menjadi ruang ekspresi untuk menyuarakan permasalahan sosial yang terjadi di sekitar kita. Hal ini juga yang diwujudkan oleh Teater Sendratasik dari Universitas Negeri Surabaya melalui pertunjukan berjudul Awal dan Mira yang digelar di Gedung Cak Durasim, Surabaya pada Sabtu (22/8/2026) malam.
Pendekatan Unik pada Kisah Romantisme dan Konflik Sosial
Melalui pertunjukan tersebut, Teater Sendratasik Unesa tidak hanya menyoroti kisah cinta antara dua tokoh utama, tetapi juga menggambarkan dampak sosial dari isu reklamasi yang sedang hangat diperbincangkan di Kenjeran. Sutradara Teater Sendratasik Unesa, Yoga Yan Wardana, menyatakan bahwa proses pembuatan naskah melibatkan eksplorasi selama dua bulan dengan turut mendengarkan keluhan dan harapan langsung dari masyarakat nelayan.
Isu reklamasi Kenjeran sendiri dipilih karena kedekatannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Surabaya. Dengan ketidakpastian terkait proyek reklamasi yang belum berujung pada keputusan final, Teater Sendratasik Unesa berhasil mengemas konflik dalam cerita dan menghadirkannya dalam pertunjukan teater yang realistis.
Penggalian Masalah Lokal dalam Program Manajemen Talenta Teater Tradisi
Program Manajemen Talenta Teater Tradisi 2026 ini turut menggali permasalahan dan karakteristik lokal dari daerah-daerah peserta. Salah satu tujuan program ini adalah agar setiap kelompok mampu membawa ciri khas dari daerah asal mereka ke dalam panggung teater. Di antara 15 kelompok peserta, Teater Sendratasik Unesa berhasil menjadi salah satu dari enam kelompok yang tersisa melalui proses seleksi ketat.
Selain menjadi wadah ekspresi seni, program ini juga memberikan masterclass kepada peserta mengenai penyutradaraan, artistik, dan keaktoran. Dengan demikian, Teater Sendratasik Unesa tidak hanya menjadikan teater sebagai sarana hiburan semata, tetapi juga sebagai media untuk memahami dan menghadapi persoalan masyarakat secara kreatif.

















