Berita  

Ini Dia Kebutuhan Kapal Lepas Pantai: Sinergi INSA dan SKK Migas

INSA dan SKK Migas Selaraskan Kebutuhan Kapal Lepas Pantai untuk Dukung Produksi Minyak dan Gas Nasional

Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) bekerja sama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melakukan penyelarasan proyeksi kebutuhan kapal lepas pantai guna mendukung target produksi minyak satu juta barel per hari dan gas 12 miliar kaki kubik per hari pada 2030. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum DPP INSA, Carmelita Hartoto, dalam keterangan resmi di Jakarta.

Penyelarasan tersebut sangat penting agar pelaku usaha pelayaran dapat dengan pasti merencanakan investasi armada untuk mendukung operasi di sektor hulu migas. Sebuah Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Strategi Penyelarasan Kapal Lepas Pantai untuk Mendukung Ketahanan Operasi Hulu Migas Nasional” diselenggarakan oleh INSA dan SKK Migas sebagai langkah awal.

Challenges dan Kolaborasi dalam Industri Pelayaran Lepas Pantai

Carmelita menekankan bahwa keberhasilan mencapai target produksi migas tidak hanya bergantung pada eksplorasi dan produksi, tetapi juga pada kesiapan kapal pendukung untuk operasi lepas pantai, mulai dari pengeboran hingga logistik laut. Salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah kurangnya proyeksi mengenai kebutuhan kapal dalam jangka waktu tertentu.

Di sisi lain, peremajaan armada kapal nasional menjadi penting, namun investasi dalam kapal baru masih dihadang oleh kendala pembiayaan dan kurangnya skema kontrak jangka panjang. Carmelita juga menyoroti pentingnya asas cabotage dalam membangun kedaulatan maritim nasional, dengan tetap memperhatikan kebutuhan operasional sektor hulu migas.

Kolaborasi antara SKK Migas, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), pelaku usaha pelayaran, lembaga pembiayaan, dan regulator dianggap sangat penting untuk membangun ekosistem pelayaran lepas pantai yang lebih kompetitif dan berkelanjutan. Saat ini, INSA memiliki sekitar 119 perusahaan anggota yang siap mendukung kebutuhan industri hulu migas dengan pengalaman dan kapasitas yang memadai.

Source link