Muzakki: Pemaksaan Konten di Jember Terlalu Berlebihan
Pada hari Minggu, Ketua Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) Kabupaten Jember, Muzakki, angkat bicara terkait kebijakan Pemkab Jember yang memaksa ASN untuk mengunggah konten dengan ancaman sanksi. Menurutnya, hal tersebut terlalu berlebihan dan perlu diperbaiki.
Kritik terhadap Kebijakan Pemkab Jember
Muzakki menyoroti bahwa himbauan yang disertai dengan tekanan dan sanksi justru membuat masyarakat mudah membedakan konten asli dengan konten yang dipaksakan. Guru-guru di Jember merasa terganggu secara psikis karena tekanan yang diberikan.
Menurut Muzakki, guru-guru yang terkena sanksi sebenarnya ingin bersuara, tetapi takut akibat tekanan yang ada. Dia berharap agar kebijakan tersebut dikaji ulang demi menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.
Tanggapan Sekretaris PGRI Kabupaten Jember
Selain Muzakki, Sekretaris PGRI Kabupaten Jember, Taufiqur Rahman, juga menyuarakan pendapat yang sama. Mereka menganggap kebijakan Pemkab Jember terlalu berlebihan dan berpotensi merugikan kegiatan belajar mengajar di sekolah, karena membuat guru merasa tertekan dengan sanksi.
Bupati Jember, Gus Fawait, sebelumnya mengklarifikasi bahwa dirinya tidak memerintahkan ASN untuk melakukan hal tersebut. Dia hanya berharap agar masyarakat Jember bisa mempromosikan potensi daerah dan program-program yang ada tanpa adanya pemaksaan.
Kritikan terhadap kebijakan Pemkab Jember ini terus bergulir, baik dari pihak internal maupun eksternal, sebagai bentuk penyesuaian agar pelayanan publik di Jember tetap optimal.


















