Kursi pimpinan DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Surabaya saat ini tengah mengalami kekosongan setelah masa jabatan Mahsun Djayadi berakhir pada Desember 2025. Pelaksana tugas (Plt) sementara ini mengisi kursi jabatan tersebut, namun beberapa nama telah diajukan ke DPP untuk mengisi jabatan tersebut. Anggota DPRD Surabaya dari PAN, Ghofar Ismail, mengungkapkan bahwa lima nama figur sudah dikirim ke DPP dan sedang menunggu keluarnya surat keputusan (SK) yang diperkirakan akan keluar akhir bulan ini.
Ghofar menyebut lima orang yang termasuk dalam formatur, antara lain perwakilan DPRD Jatim Abdullah, tiga anggota DPRD Surabaya (Ghofar Ismail, Juliana Eva Wati, Zuhrotul Mar’ah), dan perwakilan dari DPR RI Tom Liwafa. Ghofar menyatakan kesiapannya untuk memimpin PAN Kota Surabaya jika diberi amanah, sebagai seorang kader partai yang siap berjuang. Dia menegaskan bahwa pemimpin berikutnya harus mampu melakukan konsolidasi partai dan membawa kesejahteraan bagi warga Kota Surabaya.
Ditutup dengan komitmennya untuk bersinergi dengan Pemkot Surabaya guna membangun kota ini dan meningkatkan kesejahteraan warganya. Ghofar menegaskan akan bekerja keras untuk mencapai tujuan tersebut apapun hasil keputusan yang akan diambil oleh DPP terkait pimpinan DPD PAN Surabaya berikutnya.


















