Kematian pemengaruh Lula Lahfah di apartemen di Jakarta Selatan memicu banyak pertanyaan. Kepolisian mengakui tidak bisa mengambil kesimpulan pasti tentang penyebab kematian karena tidak dilakukan autopsi yang diminta keluarga korban. Tanpa autopsi, polisi tidak bisa memastikan apakah kematian itu disebabkan oleh menghirup dinitrogen oksida atau gas tertawa. Keputusan keluarga untuk tidak melakukan autopsi didasari oleh tidak adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
Karena tidak adanya autopsi, kepolisian memutuskan untuk menghentikan penyelidikan karena tidak ditemukan bukti tindak pidana. Namun, dalam apartemen korban, polisi menemukan tabung warna merah muda dan bercak darah. Di antara barang-barang itu adalah tabung “whip pink” dan kotak berisi obat-obatan, termasuk surat rawat jalan dari rumah sakit. Meskipun tidak ada tanda penganiayaan, penemuan obat-obatan ini tetap menjadi fokus penyelidikan.
Meskipun tidak ada autopsi dilakukan, polisi tetap berusaha mengungkap misteri di balik kematian Lula Lahfah. Meskipun penyelidikan resmi dihentikan, penemuan di apartemen korban tetap menjadi sorotan. Kematian seorang pemengaruh online yang tragis memang selalu menjadi perhatian, terlepas dari apa pun penyebabnya.


















