Pencapaian sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) Indonesia pada Tahun Perak Abad ke-21 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Mulai dari subsektor minyak dan gas bumi, mineral dan batu bara, hingga energi baru dan terbarukan, semuanya berkontribusi untuk mencapai ketahanan energi yang diharapkan. Di tahun 2025, target produksi minyak bumi bahkan berhasil dilampaui, memberikan harapan untuk melewati target APBN yang telah ditetapkan.
Data Kementerian ESDM mencatat bahwa produksi minyak bumi Indonesia mencapai 605,5 ribu barel minyak per hari pada periode Januari-Oktober 2025, melebihi target yang telah ditetapkan. Capaian ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam sektor ESDM. Selain itu, realisasi PNBP sektor ESDM juga meningkat, mencapai Rp210,90 triliun hingga November 2025, sebesar 82,87% dari target Rp254,49 triliun yang termaktub dalam APBN 2025.
Selain mengandalkan sektor fosil, Indonesia juga fokus pada pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai komitmen terhadap Kesepakatan Paris. Bauran EBT dalam energi nasional meningkat menjadi 16,23% pada semester I 2025, menandakan peningkatan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Pemerintah juga telah meluncurkan RUPTL PLN 2025-2034 yang menekankan pada penggunaan energi hijau dan berencana menambah kapasitas pembangkit listrik EBT.
Partisipasi masyarakat juga merupakan fokus utama pemerintah dalam mengelola sumber daya alam. Melalui regulasi seperti UU Nomor 2 Tahun 2025 dan Permen ESDM 14/2025, masyarakat bisa terlibat dalam pengelolaan tambang mineral dan batu bara serta sumur minyak rakyat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan pengelolaan sumber daya alam yang inklusif. Dengan demikian, sektor ESDM Indonesia memperlihatkan komitmen yang tinggi untuk mencapai kemandirian energi dan pembangunan yang berkelanjutan.













