Setelah terjadi bencana banjir di Sumatera Utara, para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memutuskan untuk mengalihkan fungsi dapur MBG mereka menjadi dapur umum. Hal ini disebabkan oleh liburnya sekolah di wilayah terdampak banjir, sehingga penerima manfaat MBG dialihkan kepada masyarakat yang terdampak.
Kepala Kantor Regional BGN Sumatera Utara, KR Agung Kurniawan, menjelaskan bahwa sekolah-sekolah penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah yang terdampak banjir di Sumatera Utara diliburkan. Di Kota Medan sendiri terdapat 48 SPPG yang sudah beroperasi dan telah mendistribusikan 55.000 paket makanan.
Selain itu, di Kota Padangsidimpuan dengan 4 SPPG, telah mendistribusikan 10.000 paket makanan, sementara di Kota Tebing Tinggi dengan 13 SPPG membagikan 45.000 paket makanan. Di berbagai kabupaten, seperti Tapanuli Utara, Serdang Bedagai, Langkat, Sibolga, Tapanuli Selatan, dan lainnya, juga dilakukan distribusi paket makanan untuk masyarakat terdampak banjir.
Totalnya, ada 179 SPPG yang berada di wilayah terdampak banjir di 10 Kabupaten Kota di Sumatera Utara yang telah mendistribusikan 290.000 porsi paket makanan. Seluruh Korwil serta SPPI juga turut hadir di garda terdepan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir.















