Madura Siap Jadi KEK Tembakau: Empat Alasan Utamanya

Madura Dinilai Siap Jadi KEK Tembakau Menurut Profesor Achsanul Qosasi

Menjadikan Madura sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau kembali mendapat sorotan setelah Profesor Achsanul Qosasi, Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary, memaparkan empat alasan penting yang mendukung keputusan tersebut. Pandangan tersebut disampaikan dalam Dialog Publik Pelantikan PWI Sumenep dengan tema “Mengawal Percepatan Pembangunan dan Ekonomi Madura”. Profesor Achsanul Qosasi menekankan bahwa usulan KEK Tembakau bukanlah sekadar gagasan baru, melainkan timbul sebagai respons terhadap kekesalan petani Madura terkait harga pembelian tembakau yang dinilai tidak menguntungkan bagi mereka.

Dalam penjelasannya, Profesor Achsanul Qosasi menyoroti posisi Madura sebagai salah satu produsen tembakau terbesar di Indonesia. Menurutnya, komoditas ini telah menjadi identitas utama serta penopang ekonomi masyarakat Madura. Selain itu, industri tembakau dianggap sebagai sumber penghidupan yang telah melahirkan kesinambungan dalam beberapa generasi. Di samping itu, Madura memiliki batas wilayah yang jelas, sehingga memudahkan dalam pengawasan jika wilayah tersebut ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus.

Gagasan KEK Tembakau dipandang sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Profesor Achsanul Qosasi meyakini bahwa KEK Tembakau akan menjadi titik temu antara kepentingan petani, pelaku usaha tembakau, industri rokok, dan lembaga pemerintah. Diharapkan keberadaan KEK Tembakau dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Madura dan memberikan hak yang adil bagi petani tembakau.

Dengan landasan yang kuat dan dukungan kolektif dari masyarakat, pemikiran Profesor Achsanul Qosasi menawarkan solusi yang berpotensi memperkuat ekonomi Madura melalui KEK Tembakau. Semoga pemerintah dapat memberikan perhatian yang serius terhadap potensi yang dimiliki Madura sebagai penghasil tembakau dengan penetapan KEK Tembakau sebagai langkah strategis ke depan.

Source link