Kepala Pusat Pelatihan BPSDM Imigrasi dan Pemasyarakatan, Muhammad Tito Andrianto, menilai bahwa inovasi Imipas Talent Corporation akan memperkuat transformasi sumber daya manusia di lembaganya. Ia menyatakan bahwa Imipas Talent Corporation merupakan bagian dari upaya respons terhadap tantangan pasca pemisahan kelembagaan sebelumnya. Dengan jumlah ASN mencapai 65.422 pegawai, kurikulum pelatihan yang tersedia belum optimal dalam memenuhi kebutuhan jabatan di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan. Oleh karena itu, implementasi Imipas Talent Corporation diharapkan bisa mendorong tata kelola pembelajaran ASN yang terintegrasi, selaras, dan berbasis teknologi modern.
Tito juga menyebut adanya dukungan penuh dari internal Kepala BPSDM Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Sekretaris Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan terhadap inisiatif tersebut. Selain itu, dukungan juga datang dari luar kementerian, termasuk dari Kepala Lembaga Administrasi Negara. Salah satu tonggak utama dari transformasi ini adalah terbitnya regulasi baru tentang Sistem Pembelajaran Terintegrasi (Corporate University) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Regulasi ini telah menjadi fondasi hukum bagi implementasi tujuh komponen Corporate University dan pembelajaran digital berbasis Artificial Intelligence melalui Imipas Learning Center.
Dengan peningkatan kegiatan peningkatan kapasitas dan sertifikasi kompetensi, Kementerian Imipas menetapkan target jangka menengah dan jangka panjang untuk memastikan kelangsungan transformasi tersebut. Target jangka panjang mencakup implementasi penuh platform pembelajaran digital, integrasi antara pengembangan kompetensi, manajemen kinerja, dan pengembangan karier ASN, serta evaluasi dampak untuk memastikan efektivitas kebijakan dan penguatan kapasitas SDM secara berkelanjutan. Semua upaya ini dilakukan untuk meningkatkan tata kelola pengembangan kompetensi aparatur sipil negara di Kementerian Imipas.












