Aksi Tak Manusiawi Dokter dan Istri Terhadap ART di Pulogadung

Seorang dokter berinisial AMS (41) bersama istrinya, SSJH (35), sedang menjadi sorotan karena dituduh melakukan kekerasan terhadap asisten rumah tangga (ART) perempuan berinisial SR (24) di Pulogadung, Jakarta Timur. Pasangan suami istri ini tidak hanya menyiksa korban secara teratur tetapi juga memperlakukan SR secara tidak manusiawi selama bekerja di kediaman mereka. Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, mengungkapkan bahwa selama periode November 2024 hingga Maret 2025, korban sering mengalami pemotongan gaji dan keterlambatan pembayaran. Selain itu, ponsel korban juga disita sehingga dia tidak bisa menghubungi keluarganya selama berbulan-bulan.

Nicolas menyatakan bahwa majikan menyalahkan SR atas kesalahan dalam bekerja yang mengakibatkan pemotongan gaji. Selain itu, majikan juga menuduh SR bersikap emosional dan bahkan melakukan kekerasan terhadap anak-anak mereka. Tuduhan ini menjadi alasan pasangan suami istri tersebut untuk melakukan penganiayaan terhadap SR. SR memegang tanggung jawab penuh di rumah majikannya, termasuk memasak, membersihkan rumah, dan merawat tiga anak mereka. Selain dipukul dan disiksa, korban juga dicukur rambutnya oleh pelaku sebagai bentuk penghinaan dan intimidasi.

Kasus ini pertama kali terungkap melalui sebuah video yang tersebar di WhatsApp dan diunggah ke media sosial oleh anggota DPR RI, Ahmad Sahroni. Kepala Desa Tanggeran, Rawan, juga mengonfirmasi kronologi yang dialami korban. SR akhirnya dapat kembali ke rumahnya dengan kondisi fisik yang parah dan tanda-tanda penganiayaan sistematis. Korban hanya diberi tiket bus oleh majikannya tanpa uang sepeser pun. Setelah tiba di Terminal Purwokerto, SR akhirnya dibantu oleh seorang tukang ojek untuk pulang ke rumahnya yang berjarak sekitar 18 kilometer dari terminal. Menurut pengakuan korban, ia sering dipukul oleh majikannya, baik suami maupun istri, karena dianggap tidak melakukan pekerjaannya dengan baik.

Source link