Eksportir di Kabupaten Gresik mulai merasa waswas akibat kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memberlakukan tarif impor. Mereka khawatir kebijakan ini akan mengganggu stabilitas ekonomi global. Selain itu, sejumlah pembeli dari negara mitra dagang Indonesia juga menunggu perkembangan situasi global dan hasil negosiasi pemerintah setempat dengan AS. Shubkhi Basyar, seorang eksportir sekam padi asal Gresik, mengungkapkan bahwa meskipun tidak secara langsung terkena dampak karena tidak mengekspor ke AS, resesi atau penurunan aktivitas ekonomi di negara tujuan ekspor bisa mempengaruhi volume pengiriman dan daya saing produk mereka. Beberapa buyer dari negara mitra dagang, seperti Korea Selatan dan Jepang, telah mulai mengurangi volume pengiriman karena kebijakan tarif impor dari Presiden AS. Trump mengumumkan penerapan tarif impor terhadap beberapa negara mitra dagang, termasuk Indonesia, dengan tarif tertinggi keenam di kawasan Asia Tenggara. Eksportir di Gresik berharap pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah antisipatif agar laju perekonomian, terutama produk ekspor, tetap stabil.
Eksportir Gresik Ungkap Buyer Menunggu Akibat Perang Dagang
Read Also
Recommendation for You

Permintaan songkok buatan warga di Kabupaten Tuban meningkat drastis menjelang lebaran 2026. Salah satu pengrajin…

Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak praperadilan yang diajukan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil…

Genpatra berbagi ribuan paket takjil di wilayah Gresik Utara. Gerakan Pemuda Nusantara (Genpatra) menyelenggarakan aksi…

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Kabupaten Cilacap bertujuan…














