Seorang mahasiswa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara berinisial MS diduga menjadi korban penganiayaan oleh petugas sekuriti dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setelah mempertanyakan kualitas Pertalite yang dibelinya. Kejadian tersebut terjadi setelah motor mahasiswa tersebut mogok beberapa meter setelah mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU. Setelah memperoleh penjelasan dari seorang mekanik bahwa kerusakan motor disebabkan oleh bahan bakar yang digunakan, korban kemudian memutuskan untuk mendatangi SPBU untuk menanyakan kualitas Pertalite di SPBU tersebut. Namun, pertanyaan korban justru dianggap tidak bertanggung jawab oleh petugas sekuriti yang berujung pada penganiayaan terhadap mahasiswa tersebut. Korban yang mengalami luka akibat peristiwa tersebut melaporkan kasus tersebut ke Polsek Baruga, di Kota Kendari. Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Sulawesi Tenggara telah menunjukkan kekhawatiran atas insiden ini dan siap memberikan dukungan hukum kepada korban untuk proses hukum selanjutnya.
Protes Motor Mogok: Mahasiswa Kendari Dikeroyok Petugas Sekuriti SPBU
Read Also
Recommendation for You

Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di sebuah hotel di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, di mana seorang…

Kepolisian melakukan proses mediasi antara SMPN 182 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, dan pemilik pagar tembok…

Warga Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik dihebohkan dengan penemuan mayat pria yang mengambang di…

Pada Minggu dini hari, Kantor Imigrasi Jakarta Selatan melakukan penangkapan terhadap disjoki (DJ) dan penari…

398 peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) di Cilacap, Jawa…













