Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin disiagakan untuk mendukung penanganan korban Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan Laut Jawa. Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan telah menyiapkan tenaga medis beserta sarana pendukung sambil menunggu perkembangan operasi pencarian dan evakuasi di laut.
“Petugas medis dan seluruh sarana pendukung sudah disiagakan saat ini,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Nur Khamid di Banjarbaru, Minggu.
Menurut Nur Khamid, layanan di RS Bhayangkara Banjarmasin akan diberikan sesuai kebutuhan korban yang ditemukan. Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (BidDokkes) Polda Kalimantan Selatan juga terus berkoordinasi dengan unsur-unsur yang terlibat agar penanganan dapat segera dilakukan ketika korban dievakuasi.
“Semua hal terus dikoordinasikan agar penanganan bisa cepat,” ujarnya.
Pencarian dan evakuasi dikoordinasikan Basarnas
Selain menyiapkan fasilitas rumah sakit, Polda Kalimantan Selatan mengerahkan sumber daya untuk membantu operasi di tengah laut. Proses pencarian dan evakuasi tersebut berada di bawah koordinasi Basarnas Banjarmasin.
Nur Khamid mengatakan kepolisian saat ini memusatkan perhatian pada upaya membantu evakuasi korban. Dukungan dari berbagai unsur Polda Kalimantan Selatan dikerahkan semaksimal mungkin dalam operasi tersebut.
“Semua unsur kekuatan kita dikerahkan semaksimal mungkin dalam membantu proses evakuasi ini,” kata Nur Khamid.
Koordinasi antara tim pencarian di laut dan petugas kesehatan menjadi bagian dari persiapan penanganan korban. Rumah sakit berada dalam kesiapsiagaan untuk menerima korban setelah ditemukan dan dibawa dari lokasi pencarian, sedangkan kebutuhan layanan medis nantinya disesuaikan dengan kondisi mereka.
Kontak terputus setelah kapal menghadapi cuaca buruk
Kapal Virgo Transport 8 sedang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan membawa 243 orang ketika dilaporkan hilang kontak. Sebelum komunikasi terputus, kapal tersebut disebut menghadapi kondisi cuaca buruk dalam perjalanan melintasi Laut Jawa.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana melaporkan bahwa kapal kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 WITA. Informasi posisi terakhir menunjukkan kapal berada kurang lebih 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Lokasi terakhir itulah yang menjadi informasi penting dalam upaya pencarian kapal. Operasi di laut dijalankan oleh unsur-unsur terkait dengan koordinasi Basarnas Banjarmasin, sementara kepolisian menyiapkan dukungan evakuasi dan pelayanan kesehatan di darat.
Hingga kesiapsiagaan itu diumumkan, petugas medis dan fasilitas pendukung di RS Bhayangkara Banjarmasin tetap disiapkan. Tim BidDokkes Polda Kalimantan Selatan juga melanjutkan koordinasi mengenai mekanisme penanganan korban yang nantinya ditemukan dalam operasi pencarian.


















