Lapangan Hidayah: Potensi Migas di Bawah 4 Mil Laut Sampang






Peluang Sampang Masuk Daerah Penghasil Migas Berkat Lapangan Hidayah

Peluang Kabupaten Sampang Masuk dalam Jajaran Daerah Penghasil Migas

Kabupaten Sampang memiliki peluang potensial untuk masuk dalam jajaran daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas) berkat posisi Lapangan Hidayah. Lapangan ini terletak di Wilayah Kerja (WK) North Madura II dengan posisi teknis yang berada di bawah 4 mil laut dari garis pantai.

Lapangan Hidayah: Peluang Bagi Sampang

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PC North Madura II Ltd. menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sampang mengenai lokasi Lapangan Hidayah. Dokumen Plan of Development (POD) 1 Lapangan Hidayah telah disetujui Menteri ESDM, menjadi acuan penting dalam menetapkan posisi kepala sumur (wellhead) yang berkaitan dengan status daerah penghasil migas.

Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, posisi wellhead mempengaruhi Dana Bagi Hasil (DBH) migas yang diterima kabupaten/kota. Sampang memiliki potensi daerah penghasil migas jika wellhead berada dalam rentang 0 hingga 4 mil laut dari garis pantai.

Potensi Migas di Sampang

Berdasarkan POD 1 Lapangan Hidayah, lokasi lapangan berada di bagian selatan WK North Madura II, sekitar 6 kilometer dari garis pantai utara Pulau Madura. Dengan jarak sekitar 3,24 mil laut, Lapangan Hidayah masih berada dalam koridor kurang dari 4 mil laut. Hal ini membuka peluang bagi Sampang untuk menjadi daerah penghasil migas.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jabanusa, Anggono Mahendrawan, menyatakan bahwa Sampang memiliki peluang besar untuk memenuhi kriteria sebagai daerah penghasil migas dengan berproduksinya Lapangan Hidayah. Namun, penetapan resmi status daerah penghasil migas tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Potensi Ekonomi dan Dukungan Pemerintah

SKK Migas Jabanusa menilai pengembangan Lapangan Hidayah bisa memberikan tambahan penerimaan bagi daerah dan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat Sampang. Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) menjadi kunci keberhasilan proyek tersebut.

Pemerintah Kabupaten Sampang menyambut baik keterbukaan mengenai posisi wellhead Lapangan Hidayah. Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, menegaskan siap memberikan dukungan dan menjaga kondisi wilayah agar aman serta kondusif selama pengembangan lapangan berlangsung.

Sumber


Source link