Berita  

Risiko Diabetes dan Penyakit Jantung Akibat Lemak Perut

Risiko Penumpukan Lemak di Perut Terhadap Kesehatan Metabolik

Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Prof. Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD-KEMD mengingatkan bahwa penumpukan lemak di rongga perut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit metabolik, mulai dari diabetes, gangguan kolesterol, hipertensi hingga penyakit jantung. Lemak yang terkumpul di bagian rongga perut memiliki dampak yang lebih buruk karena berkaitan dengan proses metabolik tubuh.

Resistensi Insulin dan Dampaknya pada Kesehatan

Em Yunir mengungkapkan bahwa salah satu kondisi yang terkait dengan obesitas adalah resistensi insulin. Kondisi ini sebelumnya dikenal sebagai faktor risiko diabetes, tetapi juga berperan dalam berbagai masalah metabolik pada individu dengan obesitas. Penumpukan lemak, terutama di area perut, dapat meningkatkan kemungkinan terkena diabetes, gangguan kolesterol, hipertensi, dan penyakit jantung.

Berat badan yang tinggi tidak selalu berarti memiliki massa otot yang besar. Penambahan berat badan dapat disebabkan oleh kelebihan lemak, sehingga diperlukan pemeriksaan spesifik untuk mengetahui komposisi tubuh seseorang, termasuk lemak dan massa ototnya.

Pentingnya Deteksi Dini dan Perubahan Gaya Hidup

Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Obesitas Dewasa Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa lingkar pinggang menjadi indikator penting untuk mengukur lemak perut dan risiko penyakit kardiometabolik. Yunir mendorong deteksi dini sejak usia muda dengan memperhatikan perubahan postur tubuh dan mengukur berat badan serta lingkar perut secara berkala.

Perubahan gaya hidup dan pola makan yang sehat juga diperlukan untuk mengurangi risiko penumpukan lemak berlebih di tubuh. Dengan memperhatikan indikator-indikator ini, diharapkan dapat mencegah timbulnya masalah kesehatan yang disebabkan oleh obesitas.

Sumber: ANTARA News

Source link