Gebyar Budaya di Perayaan HUT RI Ke-81 di Surabaya
Pada Minggu (9/8/2026), perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-81 di wilayah RW 7 Pondok Maritim Indah, Surabaya, berlangsung meriah. Dalam acara tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurnia turut hadir untuk memberikan sosialisasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.
Persatuan Melalui Kegiatan Budaya
Kegiatan yang bertajuk Gebyar Budaya ini menampilkan karnaval yang diikuti oleh warga dengan busana adat dari berbagai daerah. Hal ini bertujuan untuk mempererat persatuan dan kesatuan antar warga. Sebanyak 230 warga ikut serta dalam acara ini dengan antusias.
Raden Ilham selaku Ketua Panitia Penyelenggara berharap melalui konsep acara seperti ini, warga Pondok Maritim Indah dapat lebih bersatu, berpartisipasi aktif dalam lingkungan, dan semakin semangat dalam bekerja.
Penyuluhan Pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Dalam kesempatan tersebut, Indah Kurnia menjelaskan pentingnya pemahaman mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurutnya, perlindungan ini sangat penting agar masyarakat tidak jatuh miskin akibat kecelakaan kerja atau kematian. BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan kepastian dan perlindungan bagi seluruh pekerja.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surabaya, Darmo Muhammad Zulkarnain, turut memberikan informasi mengenai program jaminan sosial tersebut. Ia menegaskan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya untuk pekerja formal, namun juga bagi pekerja informal.
Keringanan Biaya Iuran BPJS Ketenagakerjaan
Dalam momen kemerdekaan ini, pemerintah memberikan keringanan biaya iuran sebesar 50 persen bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan khusus peserta informal. Sebelum diskon, iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 16.800 per bulan. Namun, dengan adanya diskon 50 persen, peserta hanya perlu membayar Rp 8.400 per bulan.
Keringanan iuran ini berlaku secara nasional hingga akhir Desember 2026, dan hingga Maret 2027 bagi pekerja sektor transportasi. Diharapkan dengan adanya keringanan ini, lebih banyak pekerja informal yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial.
Pencapaian Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Surabaya
Meskipun demikian, kepala kantor BPJS Ketenagakerjaan Surabaya, Darmo Muhammad Zulkarnain, menyampaikan bahwa jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Surabaya masih perlu ditingkatkan. Dari total 1,4 juta pekerja di Surabaya, baru sekitar 40 persen yang menjadi peserta.
Target ke depannya adalah mencapai 60 persen kepesertaan di Kota Surabaya pada tahun ini. Tujuannya adalah untuk menciptakan Generasi Emas Indonesia dengan seluruh pekerja yang terlindungi oleh jaminan sosial ketenagakerjaan.


















