Ketua Yayasan Simpan Senjata Api dan Narkotika di Sekolah
Sebuah yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan mengalami insiden mengejutkan ketika mantan Ketua Pengurus Yayasan terbukti menyimpan senjata api, amunisi, alat pencetak peluru, dan narkotika di ruangan sekolah. Informasi ini diungkapkan oleh kuasa hukum yayasan tersebut setelah ruangan yang sebelumnya terkunci akhirnya berhasil dibuka dengan bantuan Polres Metro Jakarta Selatan.
Mantan Ketua Diberhentikan karena Penyalahgunaan Keuangan
Mantan Ketua Pengurus Yayasan, yang telah bekerja selama 15 tahun, dipecat pada 18 April 2026 karena diduga menyalahgunakan keuangan yayasan untuk kepentingan pribadi. Tindakan ini diambil setelah ditemukan indikasi penggunaan dana yayasan untuk tujuan yang tidak sesuai.
Setelah pemberhentian mantan Ketua, pihak yayasan juga memutuskan untuk menonaktifkan istrinya dari status anggota pembina yayasan. Namun, akses ke sejumlah ruangan sekolah terhalang karena mantan pengurus tersebut membawa semua kunci ruangan sehingga mempersulit pengelolaan sekolah.
Penemuan Senjata Api dan Narkotika
Ketika ruangan berhasil dibuka dengan pendampingan kepolisian, ditemukan sejumlah senjata api, narkotika, dan barang-barang lain yang melanggar hukum. Semua barang bukti tersebut telah diserahkan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, yayasan juga menemukan satu ruangan lain yang menyerupai bunker namun masih terkunci. Mereka meminta bantuan kepolisian untuk membukanya guna mengungkap isi dari ruangan tersebut.
Keberadaan senjata api, narkotika, dan barang terlarang lainnya di lingkungan sekolah menjadi temuan yang perlu diselidiki lebih lanjut oleh pihak berwajib. Meskipun sengketa terkait pemberhentian mantan Ketua Pengurus masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, penemuan ini menambah kompleksitas kasus tersebut.
Polres Metro Jakarta Selatan telah mengonfirmasi temuan sejumlah senjata api dan airsoft gun di lokasi sekolah swasta tersebut. Masyarakat melaporkan temuan tersebut pada 15 Juli 2026, dan penyidik telah membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal kasus.
Penyelidikan terus berlangsung untuk mengungkap lebih jauh sindikat yang terlibat dalam penyimpanan senjata api dan narkotika di lingkungan sekolah tersebut.


















