Festival Ebeg Banjarnegara: Merawat Tradisi dan Peluang Ekonomi

Festival Ebeg Banjarnegara: Merawat Tradisi dan Membuka Peluang Ekonomi

Pada tanggal 1-2 Agustus 2026, Kelurahan Semampir, Kecamatan Banjarnegara, Jawa Tengah menjadi saksi kegiatan Festival Ebeg yang digelar untuk merayakan seni tradisional kuda lumping. Ribuan orang memadati Lapangan Kelurahan Semampir untuk menikmati penampilan dari 20 kelompok seni ebeg dari berbagai kecamatan di Banjarnegara.

Pelestarian Budaya dan Penggerak Ekonomi

Diselenggarakan selama dua hari, festival ini bukan hanya sekadar menghibur, tetapi juga menjadi upaya pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, terutama melalui keterlibatan pelaku UMKM. Karang Taruna Kelurahan Semampir menjadi inisiator dari festival ini dengan harapan dapat tumbuh menjadi agenda budaya unggulan di Kabupaten Banjarnegara.

Ketua panitia, Yuli Pramono, menjelaskan bahwa dalam festival ini, terdapat 300 kelompok kesenian ebeg di Banjarnegara yang menjadi potensi besar. Penampilan kelompok seni ebeg dipilih melalui proses seleksi daring berdasarkan kriteria tertentu, termasuk kreativitas dan kesesuaian dengan tema budaya Banyumasan.

Regenerasi dan Dampak Ekonomi

Anggota DPRD Jawa Tengah, Zaki Mubarok, mengapresiasi upaya generasi muda dalam menjaga dan memperkenalkan kesenian daerah seperti ebeg. Ia menekankan pentingnya regenerasi dalam menjaga keberlangsungan kesenian tradisional agar tetap diminati oleh generasi selanjutnya.

Selain menampilkan seni tradisional, Festival Ebeg juga menghadirkan bazar UMKM dan berbagai produk kuda kepang atau ebeg. Partisipasi pelaku usaha lokal memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar sambil menambah keseruan festival.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Banjarnegara, Kuat Her Isnanto, menegaskan bahwa kegiatan semacam Festival Ebeg perlu terus dikembangkan karena memiliki nilai budaya dan ekonomi. Diharapkan perpaduan antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi akan memperkuat identitas Banyumasan dan menjadikan festival ini sebagai agenda budaya unggulan Banjarnegara.

Source link