Warga Jembatan Besi Tambora Resah dengan Aksi Tawuran Remaja
Keberadaan aksi tawuran antarkelompok remaja di Jalan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, menjadi sorotan warga setempat. Mereka mengeluhkan kejadian tersebut yang terjadi hingga dua sampai tiga kali dalam seminggu, memicu ketakutan dan kekhawatiran di lingkungan sekitar.
Permasalahan yang Terus Bergerak
Menurut Tatang, seorang warga yang juga seorang juru parkir di minimarket di area tersebut, tawuran sering melibatkan kelompok remaja dari Krendang dan Duri. Mereka tampak melakukan aksi tawuran tanpa alasan yang jelas, hanya untuk mencari lawan dan saling bentrok.
Aksi tawuran ini seringkali terjadi pada akhir pekan, terutama pada malam Sabtu hingga Minggu dini hari. Namun, beberapa kejadian juga dilaporkan terjadi pada malam Senin, sehingga membuat situasi semakin tidak aman di kawasan tersebut.
Memakan Korban dan Merusak Harta Benda
Tatang juga menyampaikan bahwa beberapa hari lalu, tawuran yang terjadi telah menyebabkan korban jiwa. Seorang remaja asal RW 9, Duri, dikabarkan meninggal dunia setelah mengalami luka bacok saat bentrokan. Selain merenggut nyawa, aksi kriminal ini juga seringkali merusak harta benda milik masyarakat sekitar, seperti pecahan kaca botol dan kerusakan gerobak pedagang.
Oleh karena itu, warga menuntut peningkatan patroli dan pembangunan pos polisi permanen di kawasan tersebut untuk menekan aksi tawuran. Mereka berharap kehadiran aparat keamanan dapat memberikan rasa aman dan menekan kejadian yang meresahkan di lingkungan mereka.
Sebagai penutup, upaya bersama antara warga dan aparat keamanan sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tenteram bagi semua pihak.


















