Metode Carangapak Bawa Perubahan di Banjarnegara

Pelestarian Budaya Aksara Jawa Melalui Metode Carangngapak di Banjarnegara

Kemajuan globalisasi telah membuat generasi muda semakin terpengaruh oleh budaya asing, menyebabkan kemampuan membaca dan menulis aksara Jawa semakin terpinggirkan. Dalam menjawab tantangan ini, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara bekerja sama dengan DPRD Kabupaten Banjarnegara dan Yayasan Kinas Aksara Mulia Yogyakarta untuk menggelar Pawiyatan Aksara Jawa Metode Carangngapak.

Pelatihan Metode Carangngapak untuk Guru Bahasa Jawa SMP

Pelatihan tersebut diikuti oleh 23 guru Bahasa Jawa tingkat SMP dari berbagai sekolah di Kabupaten Banjarnegara. Mereka diberikan bekal metode Carangngapak agar proses pembelajaran aksara Jawa menjadi lebih mudah, menarik, dan menyenangkan untuk disampaikan kepada siswa. Kepala Dindikpora Kabupaten Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam melestarikan pembelajaran aksara Jawa yang mulai terlupakan oleh generasi muda.

Harapan Pelestarian Budaya Aksara Jawa di Sekolah

Yusuf menekankan pentingnya sosialisasi aksara Jawa sejak usia dini dan berharap program ini nantinya dapat menjangkau guru-guru di sekolah dasar. Komitmen dari Dindikpora, DPRD, dan Yayasan Kinas Aksara Mulia diapresiasi oleh Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banjarnegara, Dedi Suromli.

Dedi menyoroti fenomena kehilangan minat terhadap aksara Jawa dan bahasa Jawa di kalangan generasi muda. Ia berpendapat bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting untuk mengembalikan kecintaan terhadap budaya Jawa asli, serta mendorong generasi muda untuk lebih mengapresiasi warisan budaya leluhur.

Melalui Pawiyatan Aksara Jawa Metode Carangngapak, para guru diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam pelestarian aksara Jawa di lingkungan sekolah. Dengan demikian, warisan budaya ini tidak hanya dipelajari sebagai mata pelajaran, tetapi juga tetap hidup dan diwariskan kepada generasi-generasi mendatang.

Source link