Berita  

Aktivitas Gunung Ile Lewotolok: Peringatan Tingkatkan Keselamatan

Gunung Ile Lewotolok di Lembata Alami Peningkatan Aktivitas Vulkanik

Kabar terbaru dari Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok melaporkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan frekuensi erupsi dan dentuman yang semakin meningkat.

Peningkatan Aktivitas Sejak Juni 2026

Menurut laporan dari Petugas Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, aktivitas Gunung Ile Lewotolok mulai meningkat sejak pertengahan Juni 2026 dan terus berlanjut hingga awal Juli. Meskipun aktivitas meningkat, gunung ini masih berada pada Level II atau status Waspada.

Penurunan status aktivitas Gunung Ile Lewotolok menjadi Level II terjadi pada 24 Februari 2026, namun sejak saat itu aktivitas gunung masih fluktuatif. Pada periode Juni hingga Juli, terjadi peningkatan jumlah gempa erupsi dan gempa hembusan yang diikuti oleh suara dentuman yang cukup kuat. Dentuman tersebut bahkan dapat menggetarkan dinding rumah dan kaca jendela warga di sekitar gunung.

Data Aktivitas Vulkanik

Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok mencatat berbagai jenis gempa selama periode Juni 2026, termasuk gempa erupsi, gempa hembusan, gempa guguran, tremor harmonik, tremor nonharmonik, gempa hybrid, dan lain sebagainya. Meskipun energi seismik mengalami peningkatan, namun masih berada di bawah nilai yang tercatat pada bulan Juni.

Selain itu, visual atas Gunung Ile Lewotolok juga menunjukkan aktivitas erupsi dengan asap kawah berwarna putih, kolom erupsi mencapai ketinggian 100 hingga 600 meter, serta material pijar yang terpantau sejauh 200 hingga 500 meter ke arah tenggara dan 100 meter ke arah selatan.

Masyarakat sekitar gunung diimbau untuk tidak panik dan waspada terhadap potensi bahaya erupsi, seperti guguran lava dan awan panas. Selain itu, disarankan untuk menggunakan masker, pelindung mata, dan menutup tempat penampungan air bersih guna mengurangi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dan kualitas air.

Source link