Berita  

Asal-Usul Sel Darah Manusia: Penemuan Terbaru oleh Tim Ilmuwan China

Penelitian Ungkap Asal-Usul Sel Darah Manusia

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan China telah mengungkap asal-usul sel, jalur diferensiasi, serta ciri-ciri hematopoiesis primitif manusia. Penemuan ini mengisi celah teoretis dalam pemahaman tentang perkembangan embrio manusia, tepat sebelum proses gastrulasi dimulai. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature oleh para peneliti dari Institute of Hematology & Blood Diseases Hospital di Chinese Academy of Medical Sciences (IHCAMS), Beijing Institute of Technology (BIT), dan Rumah Sakit Umum PLA China.

Sebuah Temuan Mendasar tentang Hematopoiesis Awal

Penelitian ini mengungkap bahwa proses hematopoiesis pada manusia ternyata dimulai jauh sebelum gastrulasi, suatu proses kritis dalam perkembangan embrio manusia. Melalui studi embrio manusia tahap awal yang langka, tim peneliti menemukan bahwa “pabrik” sel darah sudah aktif di kantong kuning telur embrio, menghasilkan berbagai jenis sel darah seperti eritrosit primitif, megakariosit primitif, dan sel progenitor mieloid. Penemuan ini mengubah pandangan selama ini yang mengatakan bahwa sel-sel darah baru muncul setelah proses gastrulasi.

Atlas Transkriptom Spasial dengan Resolusi Tinggi

Hasil studi ini juga menyusun atlas transkriptom spasial dengan resolusi tinggi pertama untuk tahap pragastrulasi pada manusia. Penelitian tersebut mengungkap bahwa sel-sel darah paling awal pada manusia ternyata berasal dari mesoderm ekstraembrionik yang terbentuk dari hipoblas, bukan dari epiblas seperti yang diyakini sebelumnya. Temuan ini mengakhiri perdebatan panjang mengenai asal-usul sel hematopoietik pada manusia.

Peneliti Lan Yu dari IHCAMS menyatakan bahwa penemuan ini tidak hanya mengubah pemahaman tentang hematopoiesis awal manusia, tetapi juga memberikan pandangan baru bagi studi regenerasi sel darah de novo dan kelainan perkembangan manusia. Penelitian ini memberikan landasan baru bagi bidang ilmu yang bersangkutan.

Source link