Wali Kota Bogor Dedie Rachim Memperkuat Identitas Budaya Melalui Tritangtu
Perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 kali ini diwarnai dengan upaya Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, untuk memperkuat identitas budaya masyarakat. Dalam acara ini, Dedie Rachim menjadikan filosofi Tritangtu dari naskah kuno Sang Hyang Siksa Kandang Karesian sebagai landasan yang menginspirasi.
Menurut Dedie, Tritangtu memegang peranan penting sebagai pilar kehidupan masyarakat Bogor. Konsep Tritangtu ini terdiri dari tiga pilar utama, yaitu Prabu, Rama, dan Resi, yang dianggap sebagai pedoman hidup yang relevan hingga saat ini.
Makna Tritangtu
Prabu melambangkan pemerintahan yang adil dan bijaksana, Rama menggambarkan kekuatan untuk menghadapi setiap masalah dengan bijak, dan Resi mewakili spiritualitas dan kearifan lokal. Ketiga pilar ini menjadi penanda kuat bagi masyarakat Bogor dalam membentuk identitas dan karakter yang kuat.
Upaya Wali Kota Bogor untuk mengangkat Tritangtu sebagai bagian dari perayaan HJB tidak hanya sekadar upaya simbolis, namun juga sekaligus sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan budaya leluhur yang patut dilestarikan.
Dedie Rachim berharap bahwa dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai Tritangtu, masyarakat Bogor akan semakin menghargai dan melestarikan identitas budaya mereka yang kaya dan beragam.
Dalam situasi yang terus berubah dan berkembang, memperkuat identitas budaya lokal merupakan hal yang krusial untuk mempertahankan jati diri masyarakat di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.
Perayaan HJB ke-544 yang digelar dengan mengedepankan nilai-nilai budaya lokal ini diharapkan memberikan inspirasi dan motivasi bagi masyarakat Bogor untuk terus memperkaya dan memperkuat warisan budaya yang dimiliki.

















