Krisis Air Bersih di Lombok Barat: Ribuan KK Terdampak Tanpa Hujan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 4.245 kepala keluarga (KK) di lima kecamatan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami krisis air bersih akibat tidak adanya hujan selama sebulan terakhir. Kondisi kekeringan ini menyebabkan pasokan air domestik warga menurun drastis, meningkatkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Situasi Darurat di Limbah Kecamatan
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa lima kecamatan yang terdampak krisis air bersih meliputi Sekotong Barat, Lembar, Gerung, Kuripan, dan Batulayar. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat mencatat sebanyak 1.357 KK di Desa Sekotong Barat dan 306 KK di Desa Jembatan Gantung terdampak langsung oleh kekeringan.
Dampak juga dirasakan di Desa Banyu Urip, Giri Tembesi, Kuripan Selatan, dan Persiapan Penanggak dengan total 2.582 KK mengalami kesulitan akses air bersih. Untuk mengatasi situasi ini, BPBD Kabupaten Lombok Barat telah mengerahkan empat mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter ke lokasi terdampak krisis air.
Koordinasi lintas sektoral untuk Distribusi Air Bersih
Abdul menambahkan bahwa pihak berwenang setempat terus memperkuat koordinasi lintas sektoral antara BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, PDAM Giri Menang Mataram, dan sektor swasta guna memastikan distribusi air bersih maksimal ke masyarakat. Upaya penanggulangan termasuk penambahan armada mobil tangki air serta pasokan air bersih dari berbagai sumber.


















