Nelayan di Gresik Keluhkan Turunnya Pendapatan
Pendapatan nelayan di Kelurahan Lumpur, Gresik, menurun akibat proyek reklamasi laut yang menyempitkan zona penangkapan ikan. Aktivitas proyek tersebut minim sosialisasi, sehingga nelayan tradisional merasa terdampak. Disamping itu, masalah lain seperti harga ikan yang anjlok, kapal-kapal yang berlabuh di perairan utara Gresik, dan penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan seperti jaring trol juga membuat kondisi semakin sulit.
Jangkar: Wadah Aspirasi Nelayan
Pada acara Jagongan Ngopi Karo Nelayan (Jangkar) di Balai Purbo, para nelayan dari Balai Purbo, Balai Wonorejo, dan Balai Pesusuan menyampaikan keluhan mereka. Dalam suasana penuh keakraban, para nelayan mempererat sinergi dengan aparat kepolisian, pemerintah, dan masyarakat pesisir. Lebih dari 50 peserta hadir dalam acara yang diinisiasi Sat Polairud Polres Gresik.
Langkah dan Komitmen Instansi Terkait
Instansi seperti Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik serta Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, memberikan penjelasan dan komitmen untuk menindaklanjuti permasalahan yang dihadapi nelayan. Dorongan agar nelayan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan menjadi fokus utama dalam upaya pelestarian sumber daya laut.
Kasat Polairud Polres Gresik juga menegaskan pentingnya melaporkan aktivitas penangkapan ikan yang melanggar aturan. Nelayan yang masih menggunakan alat tangkap yang tidak sesuai dapat berkolaborasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah pesisir Gresik.


















