Pemko Padang Berupaya Mengembangkan 8 Pasar Satelit untuk Perekonomian Lokal
Pemerintah Kota Padang terus mengambil langkah cepat dalam mengembangkan delapan pasar satelit yang tersebar di berbagai kecamatan. Hal ini dilakukan untuk memperkuat perekonomian masyarakat dan menciptakan pusat perdagangan yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Meningkatkan Kualitas Pasar Satelit
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa pasar satelit memiliki peran penting dalam mendekatkan layanan kebutuhan pokok dan meratakan perekonomian hingga tingkat kelurahan. Dari delapan pasar yang ada, dua di antaranya, yaitu Pasar Alai dan Pasar Tanah Kongsi, telah memenuhi standar SNI. Target berikutnya adalah Pasar Ulak Karang untuk memenuhi standar nasional.
Pemenuhan standar SNI diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli, serta memastikan fasilitas pendukung seperti kebersihan, keamanan, dan tata kelola yang lebih profesional. Pasar Tanah Kongsi, yang terletak di kawasan kota lama, dikembangkan dengan konsep khusus untuk menjadi pusat perdagangan dan warisan budaya yang mengangkat sejarah dan kearifan lokal.
Potensi Ekonomi Lokal
Pasar Tanah Kongsi juga akan dikembangkan sebagai destinasi wisata ekonomi dengan potensi kuliner tradisional, kedai kopi, dan kerajinan lokal. Ada pula upaya penataan Pasar Banda Buek yang dilakukan secara bertahap, dimulai dari perbaikan fasilitas pendukung sebelum pindah ke lantai atas. Namun, tantangan masih terjadi terutama terkait infrastruktur dasar seperti instalasi pengolahan air limbah.
Pemerintah Kota Padang telah menganggarkan perbaikan instalasi pengolahan air limbah, terutama di Pasar Belimbing, dan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk memastikan semua pasar satelit memenuhi fasilitasnya hingga tahun 2028. Melalui sinergi dengan pemerintah pusat, diharapkan pembangunan infrastruktur pasar dapat terlaksana dengan baik demi meningkatkan ekonomi lokal.


















