Kamboja Bantah Klaim Rekayasa Perintahkan Warga Afrika untuk Hengkang
Phnom Penh (ANTARA) – Pemerintah Kamboja menepis klaim palsu yang menyatakan bahwa mereka telah memerintahkan seluruh warga negara Afrika untuk meninggalkan negara tersebut pada 31 Mei 2026. Menurut Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja Touch Sokhak, klaim tersebut merupakan berita bohong yang bertujuan untuk mengaburkan fakta dan menyesatkan masyarakat baik domestik maupun internasional.
Bantahan Terhadap Pengumuman Palsu
Bantahan ini disampaikan sebagai respons atas berbagai laporan media asing yang mengutip “pengumuman resmi” palsu yang diduga berasal dari Departemen Imigrasi di bawah Kementerian Dalam Negeri Kamboja. Pengumuman tersebut menyatakan bahwa warga negara Afrika harus meninggalkan Kamboja pada akhir Mei.
Saat ini, pemerintah Kamboja tengah menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar dan tidak memiliki kebenaran sama sekali. Touch Sokhak menegaskan bahwa Kamboja tetap menerima kedatangan dan keberadaan warga negara asing sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Meskipun demikian, merupakan hal yang wajar bagi pemerintah suatu negara untuk mengklarifikasi dan membantah informasi palsu yang dapat menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian dalam masyarakat.
Copyright © ANTARA 2026
















