Pemulihan Listrik Sumatera Barat: 100% Pulih, Daerah Kembali Terang

Listrik di Sumbar Sudah Pulih 100 Persen

Setelah mengalami gelap gulita total selama berjam-jam akibat gangguan sistem transmisi lintas provinsi, akhirnya pasokan listrik di Sumatera Barat kembali pulih 100 persen pada Minggu pagi (24/5/2026). Kabar gembira ini langsung disambut baik oleh seluruh warga Sumbar di 19 kabupaten dan kota.

Seluruh Sistem Kelistrikan Berfungsi Normal

General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, menyatakan bahwa pada pukul 05.07 WIB, seluruh gardu induk, jaringan transmisi, dan saluran distribusi sudah beroperasi normal. Artinya, tenaga listrik dapat disalurkan secara stabil ke seluruh pelanggan tanpa gangguan, baik di pusat kota maupun daerah terpencil.

Pemulihan sistem dilakukan secara bertahap sepanjang hari Sabtu. Dari awal hanya sekitar 60 persen jaringan yang berfungsi, kemudian meningkat menjadi 85 persen pada sore harinya. Puncak pemulihan terjadi dini hari setelah semua unit pembangkit besar berhasil disinkronisasi penuh kembali ke jaringan utama.

Gangguan Berawal dari Jambi

Gangguan besar ini bermula dari terganggunya saluran transmisi tegangan tinggi 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai di wilayah Jambi. Efek berantai dari gangguan tersebut menyebabkan pasokan listrik mati secara serentak ke sejumlah provinsi di Sumatera, termasuk Sumbar, Riau, Sumut, dan Aceh.

Di tengah kelegaan pasokan listrik yang kembali normal, peristiwa ini menimbulkan duka mendalam. Pemadaman massal berujung pada tragedi di Tanah Datar, dimana dua remaja meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi kritis akibat keracunan gas karbon monoksida dari genset yang dinyalakan di dalam ruangan tertutup saat gelap gulita.

Ajrun Karim berpesan kepada masyarakat agar tidak menyalakan genset di dalam ruangan, kamar, atau tempat tidur yang tertutup meskipun listrik padam, demi mencegah terulangnya musibah serupa di masa mendatang.

Source link