Kementerian Pertanian Gelar Gerakan Tanam Serempak di Kedawung, Banjarnegara
Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama dengan jajaran Dinas Pertanian dan Forkopimcam Susukan melaksanakan Gerakan Tanam Serempak di lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) di Desa Kedawung, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah pada Jumat (23/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional percepatan tanam padi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Banjarnegara menjadi salah satu dari 13 kabupaten di Jawa Tengah yang mendapat program optimalisasi lahan dari pemerintah pusat.
Program Optimalisasi Lahan untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian
Liaison Officer (LO) Luftan Makmun, sebagai koordinator program tersebut, menjelaskan bahwa tujuan dari optimalisasi lahan adalah meningkatkan indeks pertanaman di wilayah yang sebelumnya sulit ditanami lebih dari satu kali dalam setahun. Jawa Tengah ditargetkan untuk memperoleh tambahan luas tanam sekitar 25 ribu hektare, dengan Banjarnegara sendiri disasar sekitar 750 hektare tambahan luas tanam.
Luftan juga menegaskan bahwa lahan Oplah merupakan kawasan pertanian yang selama ini terkendala untuk ditanami hingga dua atau tiga kali dalam setahun. Pemerintah memberikan berbagai bantuan fisik seperti perbaikan jalan usaha tani, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, dan infrastruktur pendukung lainnya untuk mendukung produktivitas pertanian.
Brigade Pangan dan Dampak Positif Program Optimalisasi Lahan
Dalam program ini, Banjarnegara juga membentuk empat Brigade Pangan yang beranggotakan petani milenial usia 19 hingga 39 tahun. Mereka dilatih dalam budidaya tanaman padi, manajemen usaha tani, dan penggunaan alat pertanian modern. Para petani sendiri mulai merasakan dampak positif dari program optimalisasi lahan ini.
Seorang petani asal Desa Kemranggon, Subandi, menyatakan bahwa program oplah telah membantu petani dalam mengelola sawah dan meningkatkan hasil produksi panen secara signifikan. Produksi panen padi yang sebelumnya hanya sekitar 7 ton per hektare, kini meningkat menjadi sekitar 9 ton per hektare. Petani di wilayah tersebut kini kembali menanam padi untuk musim tanam kedua.


















