PKS Memetakan Kondisi Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global
Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memetakan kondisi fundamental bangsa di tengah dinamika nasional dan tekanan global yang semakin kompleks. Indonesia saat ini menghadapi tantangan multidimensional, mulai dari tekanan ekonomi global, geopolitik, disrupsi teknologi digital hingga perubahan sosial-budaya masyarakat.
Forum Intelektual untuk Membaca Arah Perubahan Zaman
Ketua MPP PKS, Mulyanto, menyatakan perlunya forum yang sehat, terbuka, dan berbasis pemikiran strategis lintas kepentingan kelompok agar bangsa mampu membaca arah perubahan zaman secara objektif dan menyiapkan langkah kebangsaan yang konstruktif serta berpihak kepada keselamatan dan kesejahteraan rakyat. Hal ini disampaikan dalam diskusi kelompok terarah bertajuk “Analisis Lingkungan Strategis Nasional: Dua Tahun Kabinet Merah Putih” yang digelar MPP PKS di Jakarta.
Pentingnya Konsistensi Partai dalam Berpikir Kritis
Sudirman Said, mantan Menteri ESDM, mengapresiasi PKS sebagai partai yang konsisten menjaga tradisi berpikir kritis dan objektif dalam membaca arah perjalanan bangsa. Menurutnya, forum intelektual seperti ini penting agar kebijakan publik tidak terjebak pada pragmatisme jangka pendek, tetapi tetap berpijak pada kepentingan nasional dan masa depan rakyat Indonesia.
Mantan Ketua Prodi Kajian Amerika Universitas Indonesia, Suzie Sudarman, menegaskan pentingnya Indonesia memperkuat kemandirian diplomasi, kapasitas ilmu pengetahuan, dan kemampuan membaca perubahan geopolitik global secara strategis.
Tantangan Strategis Bagi Pemerintah
Aktivis Marwan Batubara menggarisbawahi beberapa tantangan strategis yang tengah dihadapi pemerintah, seperti penguatan perencanaan, pengelolaan ruang fiskal, hingga mitigasi benturan kepentingan dari masa lalu. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk melakukan penataan fundamental demi kepentingan publik hingga tahun 2029.
Tokoh mahasiswa angkatan 1999, Ubedilah Badrun, menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi tata kelola, pemberantasan korupsi secara konsisten, dan perluasan ruang partisipasi publik dalam merumuskan kebijakan nasional.
Sebagai bagian dari koalisi pemerintahan, PKS menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi mitra strategis yang konstruktif dan profesional dalam mengawal jalannya pemerintahan, dengan tetap menyampaikan masukan dan koreksi demi menjaga kualitas demokrasi serta keberpihakan kepada rakyat.
Mulyanto menegaskan bahwa politik harus menjadi sarana menghadirkan solusi, menjaga moralitas publik, dan memastikan arah pembangunan nasional sesuai amanat konstitusi dan cita-cita reformasi.
















