Rubio Desak Negara-Negara NATO Tingkatkan Produksi Pertahanan
Washington (ANTARA) – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio pada Jumat mendesak negara-negara anggota NATO untuk berkomitmen meningkatkan kapasitas produksi pertahanan secara signifikan.
Sebelumnya, Rubio mengatakan negara-negara NATO belum siap memproduksi amunisi dalam jumlah yang dibutuhkan pada masa mendatang.
Meningkatkan Produksi Pertahanan: Komitmen NATO di Masa Depan
Dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Rubio menegaskan bahwa aliansi harus berkomitmen secara jelas pada KTT Ankara mendatang untuk segera meningkatkan produksi pertahanan.
Menurut Rubio, negara-negara anggota NATO perlu memperluas basis industri transatlantik dan mengubah komitmen belanja pertahanan menjadi kemampuan tempur nyata. Ia juga menekankan bahwa Eropa yang kuat akan membuat NATO semakin kuat.
Ancaman Penarikan AS dari NATO
Pada 1 April, Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan secara serius untuk menarik Amerika Serikat dari NATO setelah sejumlah sekutu menolak bergabung dalam perang AS-Israel melawan Iran. Trump menganggap Eropa tidak lagi dapat diandalkan sebagai mitra pertahanan setelah negara-negara Eropa menolak permintaan pengiriman kapal perang ke jalur strategis Selat Hormuz.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada 9 April mengatakan beberapa anggota aliansi “sedikit lambat” dalam mendukung kampanye militer AS terhadap Iran karena tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya. Rutte menambahkan bahwa hampir seluruh sekutu kini telah memberikan dukungan yang diminta Washington.
Sumber: Sputnik
















