Berita  

Optimalkan Produksi Ubi Cilembu: Sumedang Menuju Kultur Jaringan

Pengembangan Ubi Cilembu di Sumedang Terus Dikembangkan

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, sedang gencar mengembangkan Ubi Cilembu sebagai komoditas unggulan melalui inovasi kultur jaringan. Langkah ini bertujuan untuk memperluas produksi dan meningkatkan daya saing pasar.

Integrasi Pengembangan dari Hulu Hingga Hilir

Kepala DKPP Sumedang, Tono Suhartono, menyatakan bahwa pengembangan Ubi Cilembu dilakukan secara terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Dengan menggunakan teknologi kultur jaringan, pengembangan ini meningkatkan produksi Ubi Cilembu sehingga dapat bersaing di pasar global.

Tono mengungkapkan bahwa Ubi Cilembu memiliki rasa manis yang unik, menyerupai madu setelah dipanggang, yang menjadi daya tarik utama komoditas ini. Potensi karakteristik Ubi Cilembu untuk bersaing di pasaran global sangat besar.

Utara Sentra Produksi Ubi Cilembu

Saat ini, Sumedang memiliki empat kecamatan utama sebagai sentra produksi Ubi Cilembu, yaitu Pamulihan, Rancakalong, Tanjungsari, dan Sukasari. Luas lahan budidaya Ubi Cilembu di Sumedang mencapai lebih dari 462 hektare. Di Desa Cilembu, sebagai wilayah asal, terdapat sekitar 229 hektare lahan budidaya dengan produksi rata-rata mencapai 1.600 hingga 1.900 ton per tahun.

Produktivitas Ubi Cilembu di Sumedang berkisar 15 hingga 20 ton per hektare dan dapat mencapai 40 ton per hektare dalam kondisi optimal. Meski memiliki potensi besar, pengembangan Ubi Cilembu di Sumedang masih dihadapkan pada tantangan seperti ketergantungan pada kondisi tanah tertentu dan fluktuasi produksi akibat faktor cuaca.

Selain itu, permintaan Ubi Cilembu baik untuk kebutuhan produk olahan maupun ekspor terus meningkat, sehingga menjaga kontinuitas produksi menjadi kunci dalam pengembangan komoditas ini. Pemerintah Kabupaten Sumedang juga mendorong hilirisasi melalui pengembangan produk UMKM seperti bakpia ubi tanpa tambahan gula untuk memperkuat ketahanan ekonomi petani.

Source link