Pusat Laboratorium Forensik Dalami Kaitan Mesin Taksi Green SM dengan Rel Kereta
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan bahwa Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) akan menginvestigasi hubungan antara berhenti beroperasinya mesin taksi Green SM dengan perlintasan rel kereta yang dinyatakan bermuatan listrik dalam kasus kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
Mesin Taksi Listrik Berhenti di Atas Rel Kereta Bermuatan Listrik
Budi menjelaskan bahwa mesin taksi listrik berhenti di atas rel kereta dan beralih ke posisi gear parkir (P), yang menjadi fokus pendalaman dari Puslabfor. Kajian tersebut akan menentukan apakah medan listrik dan magnet di sekitar rel kereta berpengaruh pada mesin taksi sehingga menyebabkan terhentinya operasi. Sopir taksi listrik, yang dinyatakan negatif mengonsumsi alkohol melalui tes urine, masih dianggap sebagai saksi dalam kasus tersebut.
Sopir Taksi Listrik Masuk Kerja Hari Ketiga Sebelum Kecelakaan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto juga mengungkapkan bahwa sopir taksi listrik Green SM yang terlibat dalam kecelakaan dengan KA di Bekasi Timur baru masuk kerja hari ketiga sebelum peristiwa tragis tersebut. Sopir tersebut hanya menjalani pelatihan singkat selama satu hari sebelum mulai bekerja, terutama terkait fitur dasar mobil listrik.
Setelah menjalani dua kali pemeriksaan, status sopir tersebut masih sebagai saksi. Adapun kecelakaan maut yang menewaskan 16 orang dipicu oleh taksi listrik yang mogok di perlintasan rel karena gangguan sistem kelistrikan, dan kemudian ditabrak oleh kereta api.


















