Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa kapasitas gudang masih mencukupi untuk menampung cadangan beras dan jagung nasional. Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Rizal menyatakan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola saat ini mencapai sekitar 4,59 juta ton. Bulog masih memiliki sisa kapasitas gudang sekitar 1,07 juta ton untuk mendukung penyimpanan cadangan pangan pemerintah.
Rizal menjelaskan bahwa kapasitas gudang Bulog didukung oleh jaringan gudang sewa sebesar dua juta ton, dengan tambahan kapasitas dari proses sewa lanjutan dan pembangunan fasilitas baru. Cadangan jagung pemerintah mencapai 175.598 ton dengan total kapasitas gudang 275.444 ton, menyisakan ruang penyimpanan sekitar 99.846 ton untuk komoditas tersebut.
Bulog akan membangun 100 infrastruktur pascapanen untuk beras dan jagung sesuai arahan Presiden guna memperkuat sistem logistik dan meningkatkan efisiensi pengelolaan cadangan pangan nasional. Pembangunan tersebut direncanakan tersebar di 92 kabupaten dengan total anggaran sekitar Rp5 triliun, mencakup pembangunan gudang penyimpanan, silo gabah, silo jagung, dryer beras, rice milling unit (RMU), dryer jagung, dan sentra pengolahan serta fasilitas packaging beras.
Rizal menegaskan bahwa pembangunan fisik akan dilakukan oleh BUMN karya sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026. Infrastruktur akan diprioritaskan di sentra produksi pangan dengan fasilitas lengkap seperti dryer, RMU, silo, hingga sistem mekanisasi dan otomatisasi modern. Di wilayah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore, pembangunan akan difokuskan pada gudang penyimpanan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem.


















