Penambahan Dermaga Dibutuhkan untuk Mengatasi Kemacetan di Lintas Penyeberangan

Kemacetan panjang di lintas penyeberangan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi-Gilimanuk, Bali masih terjadi dan belum terurai hingga H+10 Lebaran 2026, meski puncak arus balik telah berlalu. Antrean kendaraan masih mengular hingga sekitar 14 kilometer di jalur Situbondo-Banyuwangi menuju pelabuhan, didominasi oleh truk logistik, pikap, bus, dan mobil pribadi. Keluhan terus muncul dari pengguna jasa yang kelelahan dengan antrean yang terus berulang setiap musim libur panjang ini.

Sopir logistik dan truk pengangkut kayu merasakan dampaknya pada aktivitas ekonomi mereka, karena keterlambatan akibat macet bisa membuat mereka merugi hingga jutaan rupiah. Pengguna jasa seperti sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) juga terdampak, harus menunggu berjam-jam untuk menempuh perjalanan belasan kilometer. Semua pihak berharap agar penyelesaian untuk kemacetan di Pelabuhan Ketapang bisa segera ditemukan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Usulan seperti penambahan dermaga di Pelabuhan Ketapang menjadi perbincangan, diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan yang berulang pada moment padat penumpang selanjutnya. Semua pihak menyuarakan kebutuhan akan penyelesaian yang tepat guna untuk mengatasi masalah kemacetan yang terjadi, terutama saat arus mudik dan balik.

Source link