Anak Tuban Aniaya Ayah Karena Motor Lebaran

Seorang anak berinisial FF (16) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur tega menganiaya ayah kandungnya, PC (54) secara brutal. Polisi menyebut FF tega melakukan aksinya karena emosi tidak dibelikan motor buat lebaran dan tak diberi uang oleh korban. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Campurejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban saat momen lebaran Idul Fitri, tepatnya pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Kasi Humas Polres Tuban Iptu Siswanto mengatakan, selain menganiaya sang ayah, FF juga menganiaya adiknya sendiri, MW (13), yang saat itu berusaha melerai.

Korban mengalami luka pada gigi hingga patah dan berdarah, serta luka pada kedua lutut. Saat adik pelaku berusaha melerai, pelaku juga menggigit tangannya hingga mengalami luka. Dari hasil penyelidikan, aksi penganiayaan itu bermula FF meminta dibelikan sepeda motor Honda PCX kepada ayahnya agar bisa dibuat lebaran. Namun tidak dipenuhi karena korban tidak punya uang. Puncaknya, pada Minggu (22/3/2026), FF meminta uang senilai Rp 20 ribu kepada ayahnya. Permintaan itu juga tidak dapat dipenuhi korban karena tidak memiliki uang sama sekali.

Tak terima dengan alasan korban, FF pun langsung menganiaya ayahnya berulang kali hingga wajah korban babak belur. Adik kandung pelaku yang mengetahui aksi penganiayaan itu mencoba melerai. Namun niat itu justru menjadi korban gigitan pelaku. “Setelah melakukan penganiayaan, pelaku langsung pergi dari rumah,” ujarnya.

Atas kejadian yang dialaminya, PC kemudian melapor ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Tuban. Mendapat laporan itu, polisi akhirnya meringkus pelaku di tempat persembunyian pada Senin (23/3/2026). Pelaku berhasil ditangkap saat di warung kopi. Saat itu untuk sedang menunggu calon pembeli motor lamanya yang dijual, lalu rencananya uang itu akan digunakan untuk kabur.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 44 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara. Jurnalis Irqam menulis berita ini, dengan dikerjakan oleh Mahrus Sholih sebagai editor.

Source link