Berita  

BPOM Menargetkan 17 UPT Baru untuk Pengawasan MBG-Kopdes Merah Putih

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki target untuk menambah 17 Unit Pelaksana Tugas (UPT) pada tahun 2026 guna mendukung program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. Saat ini, BPOM telah memiliki 83 unit dan rencananya akan menambah 17 unit lagi sehingga total UPT menjadi 100. Sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 115 tentang Program Makan Bergizi Gratis, BPOM bertanggung jawab dalam mengawasi keamanan makanan yang disajikan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan bahwa saat ini jumlah unit pelaksana teknis yang ada agak kewalahan dalam mengawasi lebih dari 30 ribu dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain itu, terdapat sekitar 83 ribu Koperasi Desa Merah Putih, di mana 54 ribu di antaranya memiliki apotek atau toko obat. Oleh karena itu, penambahan UPT dianggap penting untuk menjaga keamanan konsumen.

Taruna juga merujuk pada tugas tambahan yang diberikan kepada Indonesia, yaitu memberikan sertifikasi produk bebas zat radioaktif oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA). Harapannya, dengan penambahan jumlah UPT, BPOM dapat melaksanakan tugasnya lebih efektif. Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmawati Herdian, pun menggarisbawahi pentingnya pengawasan ketat terhadap program Makan Bergizi Gratis agar pelaksanaannya tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal bagi kualitas gizi masyarakat.

Program Makan Bergizi Gratis adalah langkah strategis pemerintah dalam mengatasi masalah gizi buruk di Indonesia. Dalam upayanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, pengawasan ketat dari pihak terkait sangat diperlukan. Baca juga: BPOM pastikan ketahanan obat-pangan RI di tengah konflik Timur Tengah Baca juga: BPOM luncurkan buku saku uji produk guna tingkatkan mutu UMKM Baca juga: BPOM: Waspadai boraks hingga Rhodamin B pada pangan di pasaran.

Source link