Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pentingnya program makan bergizi gratis (MBG) dalam menjaga stabilitas harga telur ayam di pasar. Menurutnya, MBG berperan sebagai penyerap sesuai saat harga telur turun, menjaga keseimbangan pasokan dan harga. Program ini melibatkan peternakan dalam negeri, baik peternak rakyat maupun perusahaan, yang terhubung dalam ekosistem distribusi. Kolaborasi antara pemerintah, peternak, dan perusahaan swasta menjadi kunci mekanisme pasar yang sehat. Dengan pola serap dan ekspor yang berjalan bersama, harga telur ayam diharapkan tetap terjaga stabilitasnya. Meskipun harga telur ayam ras nasional saat ini mencapai Rp32.600 per kilogram, program MBG mampu menstabilkan komoditas tersebut. Program ini dirancang dalam skema jangka panjang dan berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan peternak nasional. Selain itu, data harga telur ayam ras yang dikelola oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis mencatat harga acuan pembelian (HAP) di tingkat peternak sekitar Rp22.000 hingga Rp25.000 per kilogram, dan harga eceran tertinggi (HET) di level konsumen sebesar Rp30.000 per kilogram. Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga stabilitas harga telur ayam demi mendukung kelangsungan usaha peternak nasional dan keseimbangan pasar.
Mentan Amran Sebut MBG Mampu Stabilkan Harga Telur Ayam
Read Also
Recommendation for You

Pemain Kesatria Bengawan Solo berhasil meraih kemenangan dalam pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) 2026 melawan…

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan energi untuk periode Ramadhan…

PT. Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meningkatkan pasokan gas elpiji di Sumatera Barat…

Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan peringatan kepada masyarakat tentang risiko penyalahgunaan obat keras tramadol yang…














