Partisipasi UMKM Indonesia dalam pasar Kanada masih mengalami tantangan yang signifikan, menurut Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Devi Erna Rachmawati. Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh UMKM Indonesia adalah peraturan yang ketat di pasar Kanada. Untuk mengatasi tantangan ini, pelaku usaha membutuhkan bimbingan lanjutan dalam memenuhi persyaratan regulasi dan perizinan produk.
Kadin telah berperan aktif dalam membantu UMKM Indonesia untuk menjelajahi pasar Kanada dengan memanfaatkan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Selain itu, berbagai acara pertemuan bisnis dan pameran produk Indonesia telah diselenggarakan untuk mempromosikan kerja sama antara pengusaha Kanada dan Indonesia.
Canada in Asia Conference (CIAC) 2026 di Singapura merupakan ajang kumpulan lebih dari 550 inovator, pemimpin pemikiran, dan pembuat kebijakan untuk mendiskusikan peluang kolaborasi ekonomi di kawasan Indo-Pasifik serta tantangan global dalam rantai pasok, ketahanan pangan, inovasi teknologi, dan investasi. Mewakili Indonesia dalam acara tersebut adalah Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko B. Witjaksono dan CEO Otoritas Indonesia Investment Authority (INA) Ridha Wirakusumah.
Devi juga menyatakan bahwa investor Kanada tertarik untuk berinvestasi dalam sektor hilirisasi pertanian di Indonesia, sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini menunjukkan peluang kerja sama yang luas antara kedua negara.


















