Suasana cuaca mendung terlihat di depan gedung RS Mitra Keluarga Waru, Kabupaten Sidoarjo. Perwakilan manajemen rumah sakit tersebut, Ita, enggan memberikan penjelasan terperinci mengenai lonjakan tagihan perawatan pasien yang menimbulkan protes dari keluarga. Meskipun dimintai konfirmasi oleh jurnalis Suara Indonesia, Ita hanya menyatakan bahwa masalah tersebut sudah diselesaikan dengan pihak keluarga pasien dan meminta agar pemberitaan diturunkan. Sebelumnya, lonjakan tagihan perawatan di RS Mitra Keluarga Waru menuai keberatan dari keluarga pasien, dengan jumlah tagihan yang semula sebesar Rp160 juta melonjak menjadi Rp251 juta dalam waktu kurang dari satu hari. Namun, Ita tidak menjelaskan secara detail mekanisme administrasi atau komponen biaya apa yang menyebabkan lonjakan tersebut. Meskipun ada permintaan untuk menurunkan berita dari pihak manajemen rumah sakit, pertanyaan mengenai transparansi billing dan mekanisme penagihan tidak dijawab. Heru Satriyo, suami pasien Dwi Yulis, menyatakan bahwa setelah dua kali pertemuan langsung dengan manajemen rumah sakit, tercapai kesepakatan untuk mengedepankan konsep kemitraan positif antara keluarga pasien dan RS Mitra Keluarga Waru. Keberatan atas lonjakan billing perawatan pasien ini mencerminkan isu lemahnya transparansi administrasi rumah sakit dan memicu kebingungan di kalangan keluarga pasien sebagai konsumen layanan kesehatan.
Manajemen RS Mitra Keluarga Waru Minta Berita Diturunkan
Read Also
Recommendation for You

Polres Metro Jakarta Pusat Tetapkan Dua Tersangka Kasus Pencurian Barang Inventaris Karang Taruna Satuan Reserse…

Muzakki: Pemaksaan Konten di Jember Terlalu Berlebihan Pada hari Minggu, Ketua Barisan Nasional Pemuda Madura…

Kejadian tawuran tragis yang mengakibatkan seorang remaja tewas di Underpass Tambun, Bekasi, Jawa Barat, berhasil…















